Krisis Air di Cikarang, OBI Berikan Bantuan Sumur Bor

WHO menyebutkan bahwa hampir 2 miliar penduduk dunia menggantungkan hidup dari air yang telah tercemar setiap tahunnya. Sanitasi yang buruk bahkan telah menyebabkan hampir 500.000 orang di dunia meninggal karena mengalami diare. Dikutip dari Tirto.id (24/11/2016), Sebanyak 97 juta atau sekitar 37 persen dari penduduk Indonesia hingga saat ini belum memiliki akses terhadap air minum yang layak. Sedangkan 120 juta atau 47 persen penduduk belum memiliki akses terhadap sanitasi layak. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di Jawa Barat kekeringan melanda 496 desa, di 176 kecamatan dan 27 kabupaten/kota sehingga berdampak kepada 936.328 jiwa penduduk.

Terima Kasih Telah Melayani Bersama Kami, Mitra OBI

Terima kasih Mitra OBI, karena telah bersama-sama kami menolong jutaan pasien untuk berobat meski dalam kondisi ketiadaan biaya. Terima kasih Mitra OBI, karena telah bersama-sama kami menyediakan layanan kesehatan gigi berkualitas yang terjangkau bagi kelompok masyarakat prasejahtera. Terima kasih Mitra OBI, karena telah bersama-sama kami menolong ribuan pasien prasejahtera untuk sembuh dari hernia. Terima kasih Mitra OBI, karena telah bersama-sama kami mengupayakan edukasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai cara yang mungkin dilakukan. Terima kasih Mitra OBI, karena telah bersama-sama kami memberikan bantuan gizi bagi anak-anak yang menderita gizi kurang dan gizi buruk di berbagai lokasi di Indonesia. Terima kasih untuk kesungguhan hati mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan.

Rekam Jejak 18 Tahun Pelayanan Kemanusiaan Obor Berkat Indonesia

18 tahun pelayanan sosial kemanusiaan Obor Berkat Indonesia bukanlah waktu yang singkat. Dalam 18 tahun ini, Obor Berkat Indonesia berupaya keras untuk menolong masyarakat prasejahtera mencapai hidup yang lebih baik melalui empat pilar pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan, tanggap bencana, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ditopang empat pilar pelayanan tersebut, Obor Berkat Indonesia terus memperluas jangkauan pelayanan sosial kemanusiaannya pula ke berbagai tempat membutuhkan di Indonesia.

5 Tahun Menderita Hernia, Pak Basuni Kini Sembuh

Pak Basuni (47) harus menunggu selama 5 tahun untuk bisa sembuh dari penyakit hernia yang ia derita. Sebelumnya ia terpaksa harus menahan sakit setiap hari ketika ia bekerja menjadi buruh tani di sawah orang lain. Ia mengikat perutnya dengan pengikat stagen supaya benjolan itu tidak muncul ketika ia mengangkat beban berat hasil panen pertanian.

Mengubah Hidup Para Penderita Hernia

Menolong penderita hernia dari golongan prasejahtera di Indonesia masih belum berhenti. Yayasan Obor Berkat Indonesia bersama CBN International pada kesempatan ini bekerjasama untuk memberikan bantuan operasi gratis bagi 53 penderita hernia yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Operasi dilaksanakan di Rumah Sakit Omni Cikarang pada 4 hingga 5 November 2017.

Berikan Pelatihan dan Penyuluhan Sejak Dini, OBI Ikut Menyelamatkan Generasi Bangsa Indonesia

Usia anak sekolah dapat dikatakan sebagai masa keemasan untuk menanamkan sebuah nilai-nilai. Pada masa sekolah, anak-anak akan sangat mudah untuk mengingat dan meniru setiap gerakan yang mereka lihat dan rasakan. Jika hal tersebut tidak dikelola dengan baik, maka perilaku penyimpangan terhadap anak-anak akan terjadi. Dengan begitu, masa depan generasi bangsa yang tumbuh dari anak-anak masa kini akan terancam oleh adanya tindakan penyimpangan tersebut.

Anak-anak PKBM OBI Mendapatkan Imunisasi Measles dan Rubella

"Untuk melindungi anak-anak Indonesia agar tetap sehat dan ceria, serta melindungi masa depan anak kita, saya menyerukan semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun untuk mendapatkan imunisasi measles rubella." Pernyataan inilah yang disampaikan oleh Presiden Jokowi saat menyampaikan kata sambutan dalam Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di MTs N 10 Sleman, Provinsi Yogyakarta, Selasa 1 Agustus 2017 (bisnis.com). Dengan begitu Presiden Joko Widodo mewajibkan setiap orang tua mengajak anaknya yang kurang dari 15 tahun untuk mengikuti program imunisasi measles dan rubella (MR).

Rusdini : "Bagi Saya Yang Terutama Adalah Kesehatan Anak"

"Sampai kapan pun saya akan terus berjuang demi anak saya. Karena bagi saya yang terutama adalah kesehatan anak" Pernyataan inilah yang disampaikan oleh Rusdini Putriani (27) saat menceritakan perjuangannya untuk melihat anaknya, Abda Humaira (7) yang sudah dua tahun menderita hernia.

WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html