Mengenal Lebih Dalam Tari Maena Siaga Bencana

Belajar mitigasi bencana melalui tari dan nyanyian, bagaimana caranya? Bersama Obor Berkat Indonesia, JICA (Japan International Cooperation Agency), dan Universitas Wako Jepang, anak-anak dapat belajar mitigasi bencana melalui budaya lokal, sambil menari dan menyanyi. Ya, lewat Tari Maena Siaga Bencana.

Tari Maena Siaga Bencana, Integrasi Kurikulum & Sustainabilitas

Sustainabilitas atau perubahan keberlanjutan adalah tujuan utama dari program Tari Maena Siaga Bencana. Tak hanya berlangsung selama satu tahun periode program di 12 SD percontohan di Gunungsitoli dan Nias Selatan, tetapi juga dapat membudaya: terus dipelajari, disosialisasikan, dan dipraktikkan seterusnya. Karena itu, dalam kemitraan dengan Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Tari Maena Siaga Bencana memang direncanakan untuk masuk ke dalam kurikulum lokal tingkat SD di Gunungsitoli, Nias. Rencana ini juga didukung Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, yang mengumumkan bahwa Tari Maena Siaga Bencana ini akan diintegrasikan ke semua sekolah di wilayahnya mulai tahun 2017.

Bersiap Melalui Sistem Sekolah Siaga Bencana

Sistem Sekolah Siaga Bencana merupakan salah satu kebutuhan. Mengingat bahwa Indonesia secara geografis, gologis, hidrologis, dan demografis termasuk salah satu daerah rawan bencana, kesiap-siagaan terhadap bencana perlu dibangun dan dipikirkan di berbagai tempat, tak terkecuali di sekolah. Dengan tujuan dan harapan dapat meminimalisir dampak bencana jika terjadi, Sistem Sekolah Siaga Bencana perlu dimiliki sekolah-sekolah di Indonesia. Khususnya, yang terletak di daerah rawan bencana.

Festival Tari Maena : Menumbuhkan Budaya Sadar Bencana

Memperingati 12 tahun gempa nias, hari ini (27/03/2017) diselenggarakan Festival Tari Tradisional Maena tingkat Sekolah Dasar sebagai bentuk Edukasi Siaga Bencana. Festival ini berlangsung di Aula Laverna, Gunungsitoli, Pulau Nias dan diikuti oleh para siswa dari 6 Sekolah Dasar percontohan di Gunungsitoli, Nias.

Peringatan 12 Tahun Gempa Nias

Bencana gempa bumi yang meluluhlantakkan Kepulauan Nias 12 tahun silam hingga kini masih menyisakan trauma bagi masyarakat Nias. Tragedi gempa bumi tersebut setidaknya telah menewaskan lebih dari 1000 warga Nias dan lebih dari 9000 unit rumah hancur.

Simulasi Tari Maena Untuk Edukasi Tanggap Bencana

Program Integrasi Pendidikan Bencana Melalui Tari Tradisional Maena terus berjalan di tahun 2017. Program kemitraan Obor Berkat Indonesia dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan Universitas Wako Jepang ini telah dimulai di enam Sekolah Dasar (SD) di Gunungsitoli, Nias sejak September 2016 lalu. Sekarang, anak-anak dari keenam sekolah sedang mempersiapkan diri dalam sesi simulasi menjelang puncak acara Lomba Tari Maena Untuk Edukasi Bencana yang akan digelar pada 28 Maret 2017.

Semi-Workshop Siap Siaga Saat Banjir

Bencana banjir memang bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Bencana yang disebabkan oleh meluapnya volume badan air tersebut seringkali mengakibatkan berbagai kerugian materi, kerusakan sarana prasarana, penularan penyakit, terhambatnya arus transportasi bahkan kematian.

Korban Gempa Aceh Membutuhkan Bantuan Anda

Pada 7 Desember 2016 lebih tepatnya pada pukul 05.03 WIB Aceh kembali diguncang gempa berkekuatan 6,5 SR. Tercatat ratusan orang mengalami luka berat bahkan puluhan orang dinyatakan meninggal dunia. Disamping itu, puluhan ribu orang yang terkena dampak bencana terpaksa mengungsi dikarenakan gempa susulan yang masih terus terjadi.

WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html