Kursi Roda Untuk Fitri

  • 2016-12-20
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 683
foto : obi

Fitri (8) mungkin tak seberuntung anak-anak pada umumnya. Sejak berusia 3 bulan, kedua kakinya mengalami kelumpuhan.

 

Fitri dan keluarganya tinggal di Desa Gombong, Karawang, di sebuah rumah dengan kondisi yang tidak layak huni. Atap rumahnya tak lagi utuh, udara maupun cahaya matahari dari luar dapat masuk dengan mudah. Beberapa bambu penyangga genteng mulai kropos dan patah sehingga tak sedikit genteng-genteng yang berjatuhan. Kondisi rumahnya semakin memprihatinkan terlebih saat hujan, seluruh isi rumah basah dengan air, terkadang Fitri dan keluarganya harus bersembunyi di sudut-sudut ruang supaya tak terpapar air hujan secara langsung.

 

Kesulitan ekonomi membuat orang tuanya tak mampu membeli kursi roda untuk Fitri. Sudah sejak lama Ayahnya tidak bekerja karena mengalami gangguan penglihatan yang cukup parah. Suryati, ibu kandung Fitri menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga yang seringkali memunguti gabah yang tersisa di sawah orang lain setelah selesai panen untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Dari hasil memunguti gabah, setidaknya ia berhasil mengumpulkan setengah liter gabah yang kemudian akan dikupas sendiri dan dimasak.

 

"Kadang-kadang kalau sedang ada makanan ya makan. Kalau tidak ada, tidak makan sampai seharian. Terkadang kasihan dengan anak-anak, kalau ada beras cuma setengah liter ya buat anak-anak saja, yang penting mereka makan" Ungkap ibu Suryati.

 

Obor Berkat Indonesia bersama PET (Personal Energy Transportation) pada tanggal 6 Desember 2016 memberikan bantuan kursi roda untuk Fitri. Kursi roda dirancang khusus untuk anak-anak, berbentuk sepeda roda tiga yang digerakan dengan menggunakan pedal tangan. Kursi roda yang diberikan diharapkan dapat meringankan kesulitan Fitri saat menjalani aktifitasnya.

 

"Bahagia campur terharu juga, masih ada yang peduli dengan kesulitan anak saya. Sebelumnya saya harus bantu Fitri, menggendong dia kadang lelah. Alhamdulilah mendapat kursi roda ini beban saya menjadi ringan. Terima kasih sudah memberikan kursi roda buat Fitri, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk sekolah dan pergi mengaji biar jadi anak yang pintar" kata ibu Suryati mengungkapkan kebahagiaannya.

 

Disabilitas dilatarbelakangi oleh masalah kesehatan yang timbul sejak lahir, penyakit kronik dan cidera. Berdasarkan data Pusdatin Kemensos, penyandang tuna daksa di Indonesia pada tahun 2010 berjumlah 1.852.866 orang. Data tersebut tentu akan terus berubah seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia di Indonesia.

 

Penyandang tuna daksa cenderung kesulitan dalam melakukan interaksi sosial dalam lingkungannya, sehingga mereka cenderung menjadi pribadi apatis dan rendah diri. Kursi roda berperan penting untuk membantu mereka berinteraksi di lingkungan sosial dan mempermudah mereka dalam mengembangkan diri.

 

Karena itu, OBI terus berupaya untuk memberikan bantuan kursi roda bagi mereka yang membutuhkan khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Pada rentang tahun 2010 hingga 2016, setidaknya 3000 kursi roda telah disalurkan bagi para penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Ambon, Manado, Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html