Semi-Workshop Siap Siaga Saat Banjir

  • 2017-01-31
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 347
foto : obi

Bencana banjir memang bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Bencana yang disebabkan oleh meluapnya volume badan air tersebut seringkali mengakibatkan berbagai kerugian materi, kerusakan sarana prasarana, penularan penyakit, terhambatnya arus transportasi bahkan kematian.

 

Banjir Garut misalnya. Bencana yang terjadi pada 21 September 2016 lalu setidaknya telah membuat ratusan orang terpaksa diungsikan. Tak hanya itu, ratusan rumah warga hancur, bahkan tak sedikit sarana prasarana umum rusak akibat tergenang banjir.

 

Dampak banjir memang tidak dapat terhindarkan, akan tetapi dengan melakukan langkah siaga tanggap bencana banjir, kerugian dapat dikurangi seminimal mungkin. Langkah-langkah siaga banjir perlu diberikan bagi siapa saja, khususnya bagi mereka yang sering mengalami bencana banjir bahkan bagi mereka yang tertarik menjadi relawan bencana banjir.

 

Pada 19 Januari 2017, Obor Berkat Indonesia memberikan pelatihan Tanggap Bencana Banjir bagi anak-anak binaan PPA Merpati di Jatimulya, Bekasi. Materi pelatihan dibagi menjadi 2, yaitu langkah siaga saat terjadi banjir dan langkah siaga setelah banjir terjadi.

 

Apa saja langkah yang harus dilakukan?

Tindakan Saat Banjir Terjadi

  1. Tidak panik
  2. Segera minta pertolongan
  3. Mematikan semua aliran listrik
  4. Mengamankan harta & dokumen penting
  5. Bergerak ke tempat tinggi
  6. Mengungsi bila curah hujan tidak berhenti dan banjir semakin parah
  7. Memantau informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan bertindak cepat sesuai dengan himbauan
  8. Menghindari kawasan banjir dan arus deras
  9. Tidak berenang/bermain di kawasan banjir
  10. Tidak menyentuh kabel atau listrik

Ketika bencana banjir mereda, seseorang perlu menjauhi tempat-tempat yang mengalami longsor dan kembali ke rumah setelah mendapat himbauan dari sumber terpercaya dan kondisi berangsur-angsur membaik.

 

Salah satu peserta penyuluhan tanggap bencana banjir yang bernama Aris Munandar Tumanggor (21) mengaku belum pernah mengalami bencana banjir secara langsung, akan tetapi setelah mengikuti pelatihan ia tertarik menjadi bagian dari relawan untuk membantu para korban banjir.

 

“Saya belajar banyak hal disini seperti langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi banjir. Kegiatan ini sangat bermanfaat, dan saya juga merasa terpanggil menjadi relawan untuk menolong korban banjir suatu saat nanti” ungkapnya.

 

Berbeda dengan Aris, Indah Royani (16) mengaku sering mengalami banjir di sekitar rumahnya, bahkan ia cenderung tidak mengetahui tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan saat terjadi banjir.

 

“Bagus, penjelasannya lengkap, kita diajarkan melakukan langkah tepat dan efektif saat bencana banjir terjadi. Kadang memang saat banjir kita tidak tahu langkah apa saja yang harus dilakukan, cuma panik, dan menggantungkan pada orang yang lebih tua saja,” ungkapnya.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html