Simulasi Tari Maena Untuk Edukasi Tanggap Bencana

  • 2017-02-20
  • Author : Yuliana Martha Tresia N
  • Views : 277
foto : obi

Program Integrasi Pendidikan Bencana Melalui Tari Tradisional Maena terus berjalan di tahun 2017. Program kemitraan Obor Berkat Indonesia dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan Universitas Wako Jepang ini telah dimulai di enam Sekolah Dasar (SD) di Gunungsitoli, Nias sejak September 2016 lalu. Sekarang, anak-anak dari keenam sekolah sedang mempersiapkan diri dalam sesi simulasi menjelang puncak acara Lomba Tari Maena Untuk Edukasi Bencana yang akan digelar pada 28 Maret 2017.

 

Simulasi diadakan di setiap sekolah masing-masing dan ikut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan BPBD setempat. SDN 074048 Luaha Bouso merupakan sekolah pertama yang telah menggelar sesi simulasi pada Kamis, 16 Februari 2017. Ada 104 orang anak dan 16 guru yang mengikuti Program Integrasi Pendidikan Bencana Melalui Tari Tradisional Maena di sekolah ini.

 

Pada sesi simulasi, anak-anak menampilkan kreasi Tari Maena mereka. Gerak tari dipadu harmonis dengan syair lagu yang dikarang oleh para siswa sendiri, untuk tujuan edukasi siaga bencana. Lirik lagu itu disusun anak-anak SDN 074048 Luaha Bouso, setelah mengikuti rangkaian workshop siaga bencana dari Tim Obor Berkat Indonesia, JICA, dan Universitas Wako Jepang.

 

Selain penampilan kreasi Tari Maena, anak-anak beserta guru mereka mempraktikkan apa yang harus dilakukan ketika gempa dan tsunami terjadi dalam sesi simulasi. Setiap tahapan dipraktikkan dengan detail, sampai bagian evakuasi ke gunung. Anak-anak juga melakukan role play P3K, dimana ada yang berperan pingsan atau terluka dan yang lain menolong. Anak-anak SDN 074048 Luaha Bouso sangat antusias menjalani sesi simulasi menjelang lomba ini.

 

Sesi simulasi untuk kelima sekolah lainnya akan menyusul digelar di sekolah masing-masing mulai minggu ini sampai awal Maret 2017. Setelah itu, seluruh siswa dari keenam sekolah akan bertemu dalam Lomba Tari Maena Untuk Edukasi Bencana di 28 Maret 2017. Obor Berkat Indonesia berharap rangkaian proses ini dapat mulai membudayakan edukasi siaga bencana di Pulau Nias. Obor Berkat Indonesia juga berharap program ini sekaligus dapat menolong melestarikan budaya tradisional masyarakat Nias dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya anak-anak sebagai generasi muda penerus Nias.

 

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html