Mari Cerdas Menjadi Konsumen

  • 2017-04-20
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 314
Designed by Pressfoto / Freepik

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2012, tanggal 20 April ditetapkan sebagai Hari Konsumen Nasional. Peringatan ini merupakan dorongan supaya masyarakat sebagai pembeli dapat mengerti akan hak dan kewajibannya seperti yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

Setidaknya ada 5 hal penting yang harus diperhatikan oleh konsumen saat hendak melakukan pembelian, antara lain :

  1. Tegakkan hak dan kewajiban selaku konsumen.
  2. Teliti sebelum membeli.
  3. Pastikan produk sesuai dengan standar mutu K3L.
  4. Perhatikan label, MKG dan masa kadaluarsa.
  5. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Hak-Hak Konsumen

  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan.
  2. Hak untuk memilih, serta mendapatkan barang atau jasa yang sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang telah dijanjikan.
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.
  4. Hak   untuk   didengar   pendapat   dan   keluhannya   atas   barang   dan/atau   jasa  yang digunakan.
  5. Hak   untuk   mendapatkan   advokasi,   perlindungan,   dan   upaya   penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
  6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.
  7. Hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau   jasa   yang   diterima   tidak   sesuai   dengan   perjanjian   atau   tidak sebagaimana mestinya.
  9. Hak-­hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang­-undangan lainnya.

Kewajiban konsumen

  1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
  2. Beriktikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
  3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
  4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

 

Waspada Bahaya Produk Palsu

 

Seperti dikutip dalam Kompas.com (27/08/2013), selama kurun waktu Januari – Maret 2013, BPOM menemukan ada 17 jenis kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat dan mutu. Bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik itu antara lain hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat.

 

Produk tiruan lain yang marak beredar adalah obat-obatan palsu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1010 Tahun 2008, obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau produksi obat dengan penandaan meniru identitas obat lain yang telah punya izin edar.

 

Maka, perlu ketelitian saat konsumen melakukan pembelian. Misalnya saat membeli kosmetik, konsumen harus benar-benar memperhatikan label kemasan yang harus mencantumkan nama produsen, importir, bahan penyusun, dan khasiat, sedangkan nomor notifikasi kosmetik dari BPOM diawali huruf NA, dan diikuti 11 angka.

 

Supaya terhindar dari obat-obatan palsu, maka pembeli disarankan untuk membeli obat resep atau keras di apotek, konsumen juga dianjurkan untuk memeriksa penandaan obat, apakah mencantumkan dot hijau, biru atau merah, nama obat, nama produsen, dan tanggal kedaluwarsa. Obat yang dibeli juga harus mencantumkan nomor izin edar dari Badan POM.

 

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html