Bersiap Melalui Sistem Sekolah Siaga Bencana

  • 2017-04-21
  • Author : Yuliana Martha Tresia N
  • Views : 412
foto : obi

Sistem Sekolah Siaga Bencana merupakan salah satu kebutuhan. Mengingat bahwa Indonesia secara geografis, gologis, hidrologis, dan demografis termasuk salah satu daerah rawan bencana, kesiap-siagaan terhadap bencana perlu dibangun dan dipikirkan di berbagai tempat, tak terkecuali di sekolah. Dengan tujuan dan harapan dapat meminimalisir dampak bencana jika terjadi, Sistem Sekolah Siaga Bencana perlu dimiliki sekolah-sekolah di Indonesia. Khususnya, yang terletak di daerah rawan bencana.

 

Menyadari kebutuhan ini, Obor Berkat Indonesia bersama JICA (Japan International Cooperation Agency) dan Universitas Wako Jepang ikut menolong 6 Sekolah Dasar (SD) di Gunungsitoli dan 6 Sekolah Dasar (SD) di Nias Selatan, Pulau Nias, untuk menyusun Sistem Sekolah Siaga Bencana. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari Program Tari Maena Siaga Bencana yang tengah dijalankan OBI bersama JICA dan Universitas Wako Jepang sejak September 2016 sampai Agustus 2018 nanti. Sistem Sekolah Siaga Bencana ini disusun bersama dengan pihak sekolah dan perwakilan orang tua yang aktif di Komite Sekolah dalam Workshop Ke-III.

 

Ada tiga hal yang sangat penting dalam menyusun Sistem Sekolah Siaga Bencana. Yang pertama adalah Peta Jalur Evakuasi, dimana menggambarkan jalur evakuasi yang aman jika bencana terjadi dari sekolah menuju tempat perlindungan terdekat. Yang kedua adalah Alur Pelaporan Tanggap Darurat. Alur ini memuat bagan pembagian peran warga sekolah seandainya bencana terjadi. Dalam Alur Pelaporan Tanggap Darurat, setidaknya ada tiga peran yang dibutuhkan, yaitu: Tim Evakuasi, Tim Penanganan Tempat Kejadian, dan Tim P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Yang terakhir adalah Rantai Komando. Rantai Komando ini merupakan daftar nomor kontak signifikan yang berantai untuk menyebarkan informasi bencana yang terjadi, dari pihak sekolah sampai kepada orang tua.

 

Pihak sekolah dan perwakilan orang tua tidak hanya diajak untuk menyusun Sistem Sekolah Siaga Bencana, tetapi juga mempraktikkannya dengan melibatkan para siswa. Dalam Workshop Ke-V, Sistem Sekolah Siaga Bencana ini dicoba disimulasikan bersama secara mendetail dan menyeluruh di sekolah masing-masing. Praktik simulasi ini tentu membantu pemahaman pihak sekolah dan orang tua akan pelaksanaan Sistem Sekolah Siaga Bencana yang sesungguhnya.

 

Obor Berkat Indonesia berharap Sistem Sekolah Siaga Bencana ini akan ikut mempersiapkan seluruh warga sekolah untuk menghadapi bencana. Sambil tetap bersiaga, Sistem Sekolah Siaga Bencana ini akan terus diperbaharui secara mandiri oleh setiap sekolah agar tetap kontekstual, menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian di internal sekolah.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html