Tari Maena Siaga Bencana, Integrasi Kurikulum & Sustainabilitas

  • 2017-04-21
  • Author : Yuliana Martha Tresia N
  • Views : 290
foto : obi

Sustainabilitas atau perubahan keberlanjutan adalah tujuan utama dari program Tari Maena Siaga Bencana. Tak hanya berlangsung selama satu tahun periode program di 12 SD percontohan di Gunungsitoli dan Nias Selatan, tetapi juga dapat membudaya: terus dipelajari, disosialisasikan, dan dipraktikkan seterusnya. Karena itu, dalam kemitraan dengan Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Tari Maena Siaga Bencana memang direncanakan untuk masuk ke dalam kurikulum lokal tingkat SD di Gunungsitoli, Nias. Rencana ini juga didukung Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, yang mengumumkan bahwa Tari Maena Siaga Bencana ini akan diintegrasikan ke semua sekolah di wilayahnya mulai tahun 2017.

 

Integrasi Tari Maena Siaga Bencana ke dalam kurikulum artinya Tari Maena Siaga Bencana dapat tercetak dalam bahan ajar siswa, secara khusus dalam mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Nias—yang merupakan mata pelajaran wajib untuk siswa SD di Gunungsitoli, Nias. Hal ini memungkinkan para siswa, bahkan dari generasi selanjutnya, terus mendapatkan kesempatan belajar mengenai Tari Maena Siaga Bencana. Melalui Tari Maena Siaga Bencana, anak-anak Nias tak hanya ikut menjaga kesenian lokal dengan mengenal tari tradisional, tetapi sekaligus juga belajar mengenai mitigasi bencana.

 

Saat ini, rencana ini sedang diproses oleh Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Nias. Oleh Tim Penyusun Bahan Ajar Muatan Lokal Tingkat SD, rencana ini sedang dibahas dan didiskusikan dengan melibatkan banyak pihak—termasuk Tim Project Tari Maena Siaga Bencana dari OBI, JICA, dan Universitas Wako. Tim Project Tari Maena Siaga Bencana dari OBI, JICA, dan Universitas Wako akan mengeluarkan buku penuntun khusus. Buku penuntun inipun sedang dalam tahap penyusunan yang akan berlangsung pada Mei-Juli 2017, dengan berorientasi kepada kegiatan program Tari Maena Siaga Bencana yang sudah dilakukan sebelumnya di Gunungsitoli, Nias.

 

Ketangguhan bersama dalam menghadapi bencana, itulah yang ingin diupayakan bersama oleh OBI, JICA, Universitas Wako, Dinas Pendidikan, BPBD, dan Pemerintah Kota setempat. Melalui Tari Maena Siaga Bencana yang terus membudaya melalui kurikulum sekolah, kiranya masyarakat Nias dapat lebih siap menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami sehingga ketangguhan bersama dapat diwujud-nyatakan.

 

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html