Sudahkah Deteksi Dini Kanker Serviks?

  • 2017-04-21
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 437
Designed by Freepik

Dikutip dari Antara, angka wanita penderita kanker serviks di Indonesia hingga kini setidaknya mencapai 21.000 kasus. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penderita kanker serviks tertinggi ke-2 di dunia. Sedangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa tingkat kematian akibat kanker serviks di Indonesia mencapai hingga 17 persen.

 

Kanker serviks disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik, tipe 16 dan 18. Faktor lain yaitu human immunodeficiency virus. Pada tahap awal, kanker serviks sama sekali tidak menampakan gejala apapun. Namun ada kalanya di tahap lanjutan, seseorang yang memiliki kanker serviks akan mengalami pendarahan pada vagina, nyeri saat berhubungan seksual dan keputihan.

 

Gejala lain yang kemungkinan terjadi adalah kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri pinggul, nyeri punggung nyeri kaki, kaki bengkak, perdarahan berat dari vagina diluar haid hingga patah tulang.

 

Wanita yang beresiko mengalami kanker serviks rata-rata adalah wanita yang aktif secara seksual, sebab infeksi HPV terjadi melalui hubungan seksual yang tidak sehat. Khususnya wanita yang telah menikah sebaiknya melakukan pemeriksaan kanker serviks setidaknya setahun satu kali supaya pengobatan dapat dilakukan lebih mudah. Para wanita tidak perlu takut dengan hasil diagnosa, sebab sel kanker pada tahap awal akan lebih mudah diobati.

 

Deteksi dini sel kanker dapat dilakukan dengan metode pap smear maupun IVA. IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan inspeksi visual pada serviks melalui pemberian asam asetat 3-5% yang diberikan selama 1 menit. Hasil dapat dilihat secara langsung saat itu juga. Deteksi IVA merupakan deteksi kanker yang terjangkau dan tidak harus dilakukan oleh dokter, akan tetapi juga dapat dilakukan oleh tenaga medis lain seperti bidan.

 

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menghindari seks bebas / tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim.
  2. Rutin melakukan pap smear/IVA bagi yang sudah aktif secara seksual.
  3. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
  4. Memelihara kesehatan tubuh dengan berolahraga dan konsumsi makanan sehat.
Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html