Menolong Andris Dengan Kursi Roda

  • 2017-06-07
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 117
foto : obi

Andris adalah seorang pemuda dengan kondisi fisik yang berbeda dengan pemuda pada umumnya. Sejak bayi, ia mengalami kelumpuhan sehingga sebagian besar waktunya ia habiskan di rumah saja, meski sesekali digendong teman atau abangnya jika hendak pergi bekerja. Kelumpuhan itu telah membuat pemuda 28 tahun ini kesulitan dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

 

“Saya mengalami kesulitan berjalan, jika mau kemana-mana atau mau ke tempat kerja, saya harus digendong abang saya atau teman saya,” begitu ungkapnya saat ditemui di tempat tinggalnya di Garut.

 

Andris sehari-hari bekerja di sebuah industri rumahan yang bergerak di bidang kerajinan tangan dengan penghasilan tak menentu. Keterbatasan ekonomi itu kemudian mendorong dirinya untuk membuat alat bantu berjalan dengan bahan seadanya supaya ia lebih mudah bergerak tanpa harus menggantungkan diri pada orang lain.

 

Alat bantu berjalan yang dibuatnya berupa besi berbentuk lempengan panjang dengan tiga roda kecil yang terpasang di sisi depan dan belakang. Supaya lebih mudah menggerakannya, ia masih harus menggunakan tongkat supaya roda bisa berputar.

 

Di dalam hatinya, Andris selalu berharap suatu ketika nanti ia tak perlu lagi kesusahan berjalan seperti ini, terlebih meminta bantuan orang lain. Sudah sejak lama, Ia ingin sekali memiliki kursi roda. Akan tetapi, keinginan itu terasa mustahil jika melihat kondisi ekonomi yang dialaminya saat ini.

 

Obor Berkat Indonesia bersama PET (Personal Energy Transportation) menyadari betul kebutuhan Andris akan kursi roda. Melalui bantuan kursi roda, setidaknya kekhawatiran dan beban Andris juga menjadi lebih ringan.

 

Bantuan kursi roda bagi Andris dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan bagi para penderita disabilitas. Kursi dengan tiga roda ini dirancang dengan bentuk tempat duduk beserta sandaran badan di bagian belakang yang mendukung kenyamanan bagi penggunanya. Pedal yang terletak pada bagian depan dapat diputar dengan menggunakan kedua tangan sehingga pengguna dapat lebih mudah menggerakan kursi roda. Tak hanya itu, kursi roda ini juga dilengkapi dengan tempat khusus di sisi paling belakang yang dapat digunakan untuk membawa keperluan.

 

“Setelah menerima bantuan ini mudah-mudahan saya bisa kemana-mana sendiri, saya tidak perlu digendong orang lain lagi. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada OBI yang sudah memberi saya kesempatan dengan adanya kursi roda ini. Selama ini hanya ada di rumah saja, tidak pernah kemana-mana. Jadi semoga saya bisa menggunakan kursi roda ini untuk dapat lebih bersosialisasi di tengah masyarakat,” pungkas Andris.

 

Berdasarkan data Pusdatin Kemensos, penyandang tuna daksa di Indonesia pada tahun 2010 berjumlah 1.852.866 orang. Data tersebut tentu akan terus berubah seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia di Indonesia.

 

Penyandang tuna daksa cenderung kesulitan dalam melakukan interaksi sosial dalam lingkungannya, sehingga mereka cenderung menjadi pribadi apatis dan rendah diri. Kursi roda berperan penting untuk membantu mereka berinteraksi di lingkungan sosial dan mempermudah mereka dalam mengembangkan diri.

 

Karena itu, OBI terus berupaya untuk memberikan bantuan kursi roda bagi mereka yang membutuhkan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Pada rentang tahun 2010 hingga 2016, setidaknya 1.958 kursi roda telah disalurkan bagi para penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Ambon, Manado, Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

 

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html