Pendidikan, Kunci Utama Pemberdayaan Warga Rusun

  • 2017-07-14
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 151
foto : obi

Pendidikan adalah fokus pelayanan pemberdayaan Obor Berkat Indonesia bagi warga rusunawa Jakarta, yang saat ini dikonsentrasikan di Rusun Pinus Elok, Jakarta Timur. Obor Berkat Indonesia percaya, perubahan paradigma dan perubahan karakter melalui pelayanan pendidikan merupakan kunci yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga rusun.

 

Kualitas hidup warga rusun memang harus diperhatikan, dipikirkan, dan diusahakan. Relokasi warga ke pemukiman rusun (rumah susun) ini merupakan salah satu usaha awal pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup warga kelompok prasejahtera dan mengatasi masalah kemiskinan di ibukota. Sebagaimana dikatakan Nugrah Hariadi, Kepala UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) Pinus Elok, wajah Indonesia juga tergambar melalui rusun yang bhineka, beragam suku, agama, dan ras. Rusun merupakan wajah kecil dari Indonesia yang tak boleh luput diperhatikan. Warga rusun yang umumnya masih hidup di bawah garis kemiskinan butuh ditolong untuk lepas dari rantai kemiskinan. Pendidikan adalah langkah awal dan juga utama untuk menuju tujuan itu. Karena itulah, sebagai tanggapan atas kebutuhan ini, dalam kemitraan dengan Pemerintah Kota DKI Jakarta, Obor Berkat Indonesia menyediakan layanan pendidikan kesetaraan gratis bagi warga rusun dengan membuka Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

 

Melalui pendidikan yang diselenggarakan Obor Berkat Indonesia, warga rusun dibantu untuk belajar banyak hal, tak hanya belajar materi untuk mengejar ijazah tetapi juga belajar mengubah paradigma dan perilaku melalui proses pendidikan yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Bagaimanapun, meningkatkan kualitas hidup dan perjuangan untuk lepas dari kemiskinan tak hanya menyoal mengenai masalah materi dan ekonomi, tetapi paradigma dan perilaku. Warga rusun harus menanggalkan dan mengubah paradigma dan perilaku lama yang menghambat mereka untuk menambah kapasitas dan meningkatkan kualitas hidup. Termasuk, budaya kemiskinan yang sudah mengakar di sebagian warga kelompok prasejahtera di Indonesia. Warga rusun harus bisa mandiri, berjuang untuk dirinya sendiri. Karakter-karakter baik perlu diadopsi dan ditanamkan, untuk mendukung jalan menuju kesejahteraan.

 

Namun, proses mendidik dan mengajar ini bukanlah pekerjaan mudah dan justru cukup menantang bagi Obor Berkat Indonesia. Hal ini diakui oleh Nugrah Hariadi, Kepala UPRS Pinus Elok. “Pembangunan itu yang paling susah adalah pembangunan manusia seutuhnya. Itu yang paling susah memang. Kita butuh kesabaran, kekuatan, segala daya dan upaya. Kita juga butuh istiqomah. Terus-menerus. Memang awal ada (warga/siswa) yang semangat, tiba-tiba kesini kurang. Tapi teman-teman OBI punya trik, mereka datangi satu-persatu. Jadi pada saat mereka tidak masuk, didatangi oleh Ibu Esther, Pak Victor (dari OBI) kenapa alasannya. Sampai seperti itu. Kita tidak hanya menunggu dalam kelas, menunggu mereka yang datang, karena mentalnya belum terbentuk. Mereka juga belum terbentuk mentalnya untuk bagaimana mereka bisa berjuang ke depannya. Makanya kita dari OBI atau yayasan pendamping lainnya harus sabar-sabar. Kalau ada yang tidak masuk, kita samperin. Memang pendekatan yang dilakukan oleh OBI itu pendekatan kemanusiaan dan itu bagus sekali menurut saya. Merangkul masyarakat, karena memang masyarakat kita perlu dirangkul. Kita tidak bisa melepas,” kata beliau.

 

Layanan pendidikan terintegrasi yang diberikan Obor Berkat Indonesia diharapkan dapat membantu mengubah masa depan warga rusun di Pinus Elok. Warga yang tadinya tidak mengecap pendidikan, kini dapat terjangkau oleh pendidikan. Warga yang tidak memiliki ijazah resmi, kini akan mendapat ijazah resmi yang diakui pemerintah. Dengan ijazah dan keterampilan baru, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tak hanya itu, warga rusun juga akan terbentuk mentalnya untuk terus berjuang dalam kemandirian demi mengupayakan kesejahteraan keluarganya. Obor Berkat Indonesia bercita-cita melihat warga rusun tak selamanya menjadi warga rusun, sebaliknya mereka kemudian bisa hidup lebih sejahtera dan lepas dari rantai kemiskinan yang membelenggu selama ini.

 

Ke depan, sebagaimana yang diungkapkan Victor Palapessy, selaku Koordinator Pemberdayaan Warga Rusun OBI, Obor Berkat Indonesia akan tetap melanjutkan upaya pemberdayaan warga rusun dengan beragam pengembangan yang diperlukan. “Kita akan terus memusatkan kegiatan pemberdayaan dalam hal character building masyarakat rusun, agar paradigma mereka berubah dan kemudian perilaku mereka berubah. Contohnya dari hal yang paling sederhana saja, membuang sampah pada tempatnya. Kenyataannya, masih banyak warga rusun yang membuang sampah di sembarang tempat. Tentu hal ini harus diperbaiki bersama-sama. Ke depannya, kita akan terus melihat peluang-peluang pemberdayaan masyarakat dengan integrasi pendidikan karakter di Rusun Pinus Elok,” tutur Victor Palapessy.

 

Tags : pendidikan
Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html