Peresmian Program Tari Maena Siaga Bencana Kabupaten Nias Selatan

  • 2017-08-30
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 191
foto : obi

Program Tari Maena Siaga Bencana periode I tahun ajaran 2016/2017 telah usai dilaksanakan di Kota Gunungsitoli, Nias. Kini pada periode ke-2, Obor Berkat Indonesia, JICA (Japan International Cooperation Agency), dan Universitas Wako Jepang melanjutkan program ini untuk diujicobakan di 6 sekolah yang berada di Kabupaten Nias Selatan.



Peresmian Program Tari Maena Siaga Bencana tahun ajaran 2017-2018 telah sukses dilaksanakan pada 28 Agustus 2017 bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Sinode BKPN Nias Selatan. Peresmian ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Wakil Bupati Nias Selatan, Sozanolo Ndruru. Beberapa pihak yang turut mendukung terselenggaranya program ini juga berkesempatan hadir sebagai narasumber, antara lain Kepala Bidang Dinas Pendidikan Nias Selatan, Elisama Lase; Kepala Pelaksanaan BPBD Nias Selatan, Ir. Anselmus Dachi; serta budayawan Nias Selatan, Dasa Manao, S. Sn.


Peresmian yang dikemas dalam bentuk workshop ini banyak membahas tentang pengetahuan seputar tata cara siaga bencana yang saat ini sudah banyak diterapkan di Jepang. Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tarian maena yang dapat berfungsi sebagai media yang bermanfaat untuk menyampaikan pesan pada masyarakat umum termasuk pesan kesiaga-bencanaan. Berkaitan dengan itu, ada 3 hal penting yang disampaikan, antara lain :


1.    Nias Selatan sebagai daerah rawan bencana.

Gempa berkekuatan 8,7 SR yang mengguncang Nias pada 28 Maret 2005 merupakan bencana dahsyat yang cukup mengundang banyak perhatian. Setelah gempa tersebut, masih ada gempa lain yang masih saja terjadi. Pada 2012 tercatat 395 kali gempa bumi, sehingga Pulau Nias rata-rata mengalami 33 kali gempa bumi setiap bulannya.


2.    Perlunya pendidikan siaga bencana bagi anak-anak.
Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap resiko saat terjadinya bencana maupun pasca bencana terjadi. Diharapkan dalam keadaan mendesak saat bencana alam, anak-anak mampu melindungi diri sendiri supaya terhindar dari resiko terkena dampak bencana alam.


3.    Tarian Maena sebagai sarana yang paling tepat.
Tari Maena menjadi sebuah kesenian tari tradisional masyarakat Nias yang sudah dikenal. Tarian ini memiliki ciri khas paduan gerak dan lirik lagu yang kemudian sering digunakan sebagai media sosialisasi pada masyarakat. Melalui tarian maena, anak-anak akan lebih mudah mengingat pesan siaga bencana secara keseluruhan sehingga dapat menerapkannya ketika terjadi bencana.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html