Menjaga Bumi Dari Sampah

  • 2017-08-31
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 146
OBI bekerjasama dengan YPAPK sedang memberikan penyuluhan Kesehatan Lingkungan bagi 614 siswa SDN Sukadami 02 Cikarang pada 30 Agustus 2017. Penyuluhan ini merupakan langkah untuk menyelamatkan bumi dari sampah melalui kampanye Go Green. Para siswa diberi edukasi untuk menjaga lingkungan supaya tetap bersih serta dampak-dampak yang ditimbulkan terkait dengan sampah.

Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan yang diunduh dari laman www.iswa.org pada 20 Januari 2016 menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

 

Persoalan sampah yang terjadi di Indonesia kian hari semakin mengkhawatirkan, terlebih tingkat konsumsi masyarakat saat ini semakin meningkat diiringi dengan tingkat kepadatan penduduk yang juga semakin tinggi. Jumlah penampung sampah masih sangat terbatas, sedangkan sampah semakin bertambah. Di sisi lain, tidak banyak masyarakat yang menyadari akan bahaya yang terjadi akan penggunaan sampah plastik yang berlebihan.

 

Apa Bahayanya?

Berdasarkan Riset Greeneration, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik pertahun, padahal kantong plastik yang tidak terurai dapat berdampak pada bumi.

Science Learn menjelaskan bahwa polyethylene merupakan jenis plastik yang membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk terurai. Sedangkan dalam keadaan kurang ideal seperti tempat pembuangan sampah, butuh waktu lebih dari 500 tahun bagi plastik untuk terurai.

Mendaur ulang sampah plastik memang masih diterapkan di Indonesia, namun tahukah anda bahwa terhitung hanya 4% saja sampah plastik yang dihasilkan mendapat penanganan daur ulang? Sisanya, sampah-sampah lainnya hanya ditimbun di TPA, dibakar, dikubur, tidak dikelola, bahkan dibuang ke lautan. Di lautan Indonesia, sebanyak sembilan juta ton sampah plastik setiap tahun dibuang ke laut di Indonesia. Pembuangan sampah di lautan ini juga berdampak untuk ekosistem lautan, termasuk terancamnya kehidupan hewan-hewan yang hidup di laut.

 

Apa Upaya yang Dapat Kita Lakukan?

(Salah seorang peserta penyuluhan sedang menunjukan foto botol minuman yang digolongkan dalam sampah anorganik. Para peserta diminta untuk membedakan sampah anorganik dan organik melalui media gambar yang telah disediakan, sesi ini merupakan sesi follow up untuk mengetahui sejauh apa peserta mampu menyerap materi yang disampaikan)

 

Menyelamatkan bumi dari tumpukan sampah dapat dimulai dari diri kita sendiri. Gerakan yang dapat kita lakukan dalam upaya mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan kantong plastik dengan tas berbahan lain yang dapat digunakan secara berulang.

 

Membuang sampah pada tempatnya dan memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Pemisahan sampah ini berguna untuk meminimalisir pencemaran, mempermudah penguraian sampah, mempermudah ketika mendaur ulang, sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang sampah.

 

Gerakan paling ekstrem sekalipun dapat dilakukan demi menyelamatkan bumi dari sampah. Seperti yang dilakukan oleh seorang aktivis lingkungan lulusan New York University jurusan studi lingkungan sekaligus CEO zerowastedhome.com bernama Lauren Singer, ia telah berhasil mengurangi sampah dari kehidupan sehari-harinya sebesar hampir 90%. Ia tidak lagi membeli makanan yang dibungkus dengan plastik, melainkan membeli buah-buahan dan bahan makanan yang tidak dibungkus dengan bahan pembungkus plastik. Ia mulai memproduksi sendiri deodorant, sabun, shampo, dan pasta gigi untuk dipakai sendiri.

 

Bahkan demi mengurangi dampak sampah yang dihasilkan oleh industri pakaian, ia rela mengenakan pakaian bekas untuk digunakan sehari-hari. Tak berbeda dengan sampah plastik, menurut Greenpeace, setiap tahun 80 miliar lembar pakaian diproduksi di seluruh dunia dan habis umur pakainya, tiga dari empat pakaian akan berakhir di tempat pembuangan. Bahkan di Hongkong, setiap menit saja, warganya membuang setidaknya 1.400 kaos. Dampak tersebut belum termasuk dari efek limbah industri tekstil seperti kandungan logam dan kimia yang mencemari lingkungan.

 

Bagaimana dengan kita? Langkah seperti yang akan kita lakukan untuk melindungi bumi dari sampah?

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html