Pesan Tulus Dari Mereka Yang Telah Kita Tolong Bersama

  • 2017-12-19
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 781
foto : obi

"Bukan cuma satu, dua. Dua-duanya (anak Ibu menderita hernia), sakit rasanya. Gak punya uang. Sedih. Perasaan ibu ke anak, kalau anak punya penyakit, kan ibu yang merasakan. Terima kasih sudah mengadakan program ini. Menyembuhkan anak saya, pertama. Kedua, semua orang. Terima kasih. Senang ibu rasanya," (Ibu Hadijah, ibu dari pasien Deni & Isep)

 

Ibu Hadijah memang sangat sedih ketika harus menghadapi kenyataan bahwa kedua anaknya, Deni (33) dan Isep (23) menderita hernia. Semakin sedih, karena ketiadaan uang untuk operasi mandiri. Karena itu, bantuan operasi dari Obor Berkat Indonesia benar-benar ia syukuri. Ia sangat tertolong dan menemukan harapan untuk kesembuhan anaknya kembali.

 

“Menurut saya sangat bagus ya, karena memang anak-anak disini sangat membutuhkan kegiatan seperti ini supaya mereka juga tanggap terhadap bencana yang akan mereka hadapi. Apalagi lingkungan mereka itu suka kena banjir. Sangat bermanfaat. Selain mereka mengerti cara menyelamatkan diri mereka, mereka juga bisa tahu cara menolong orang lain terhadap bencana yang akan mereka alami." (Melati, Mentor PPA 433 Anak Panah, Salah Satu PPA Binaan Compassion)

 

Sebagai salah satu mentor di PPA 433, Melati tahu betul bagaimana kondisi anak-anak binaan dan kondisi lingkungan setempat yang rentan bencana. Karena itu, Melati benar-benar merasa Semi-Workshop Tanggap Bencana yang diberikan Obor Berkat Indonesia untuk anak-anak binaan PPA 433 Anak Panah, sangat menjawab kebutuhan dan bermanfaat.

 

“Alhamdulilah, lulus. Senang, tadinya kita cuma punya dua ijazah (SD & SMP) sekarang kita punya tiga ijazah. Alhamdulilah, senang. Apalagi tidak mengeluarkan biaya kan. Ya, alhamdulilah. Adanya PKBM OBI, alhamdulilah. Berkat adanya PKBM OBI, alhamdulilah kita terima kasih, bisa menolong kita yang putus sekolah.” (Bapak Tanwin, Salah Satu Security di Rusun Pinus Elok, Jakarta Timur, Siswa Binaan Kelas Paket C Setara SMA PKBM OBI)

 

Sudah lama sekali Bapak Tanwin ingin kembali melanjutkan bersekolah, tetapi terlalu banyak kendala yang harus dihadapinya. Terpaksa putus sekolah di kelas I SMA tiga puluh tahun yang lalu karena ketiadaan biaya orang tua, Bapak Tanwin baru menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan yang sejahtera. Karena itu, bantuan pendidikan OBI dirasakan sangat menolong. Bapak Tanwin telah lulus dan mendapatkan ijazah setelah mengikuti satu tahun kelas Paket C di PKBM OBI dan ujian kesetaraan nasional dari pemerintah.

 

"Saya dapat menikmati hasilnya, sayur-sayurannya dapat saya nikmati bersama keluarga saya dan anak-anak saya. Hasilnya tidak mengecewakan, memenuhi (kebutuhan) keluarga. Angga sangat suka (sayur dari Taman Gizi ini), apalagi sayur sawi, kacang panjang, buncis. Saya sangat berterima kasih kepada OBI, karena sudah mendukung saya bisa seperti ini. Sudah membuat anak-anak saya sehat, sekeluarga." (Ibu Marni, Ibu dari Angga, Ex-Pasien Anak Penderita Kurang Gizi di Pulau Nias, Sumatera Utara.

 

Masalah gizi sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Angga. Kondisi finansial membuat Ibu Marni dan suaminya sempat tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Karena itu, bantuan program pemberian makanan tambahan OBI bagi Angga sangat membantu, untuk sembuh dari gizi kurang. Ditambah lagi, OBI juga melatih Ibu Marni untuk bercocok tanam di pekarangan rumah melalui program Taman Gizi Keluarga, yang kemudian membantu menjawab kebutuhan gizi keluarganya.

 

“Terima kasih, kepada yang telah berkenan mensponsori kita, jadi kita semangat, tambah maju, tambah pengen berkarya terus.” (Safitri). “Saya mengucapkan terima kasih kepada yang sudah support tempat ini, karena kalau gak ada, saya gak bisa belajar batik, jadi gak tahu budaya seni.” (Ramadhan)

 

Berasal dari keluarga yang masih berjuang secara ekonomi, Safitri dan Ramadhan tak pernah menyangka bahwa mereka bisa belajar seni tanpa biaya bersama House of Art OBI. Kedua anak binaan House of Art OBI ini memiliki minat yang sangat tinggi akan seni dan batik, tetapi masalah finansial banyak menyandung keinginan mereka untuk belajar. Karena itu, bantuan pendidikan seni dari OBI benar-benar membukakan pintu kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi dan berkarya dalam seni.

 

“Menurut aku bermanfaat banget, karena disini banyak orang yang gak punya BPJS. Agak kurang (juga secara finansial) kalau berobat mikirin biaya dulu baru bisa berobat. Tapi kalau ada pengobatan gini bisa bantu-bantu orang yang kurang mampu. Berterima kasih, disini memang banyak yang kekurangan jadi membutuhkan banget, apa yang sponsor kasih apa yang sponsor berikan memang yang kita butuhkan banget. Pastinya kita gak bisa balas, tapi Tuhan yang balas.” (Candida, Salah Satu Pasien Bakti Sosial Pengobatan Gratis OBI)

 

Candida (20) mengerti betul kebutuhan masyarakat yang tinggal di daerah bawah jembatan layang Ancol, Jakarta Utara. Masyarakat disana adalah korban penggusuran yang memang tak memiliki lahan atau harta benda. Kebutuhan akan kesehatan mereka pun tinggi, tetapi tak memiliki uang untuk berobat. Itulah mengapa Candida, seperti juga masyarakat setempat, merasa sangat tertolong dengan bantuan pengobatan gratis dari OBI.

 

* * * * *

 

Ini adalah sebagian pesan dari mereka yang bersama-sama telah kita tolong selama ini. Masih begitu banyak pesan, testimoni, rasa syukur yang diungkapkan melalui kata-kata, senyum, dan raut wajah yang tulus dan bahagia, yang tidak bisa terdokumentasikan semuanya dalam tulisan dan gambar foto. Banyak yang telah merasakan bantuan pelayanan sosial-kemanusiaan Obor Berkat Indonesia dan bersyukur untuk itu.

 

Apa yang telah kita kerjakan selama ini tidak pernah sia-sia. Sekecil apapun, sebesar apapun. Dalam bentuk apapun bantuan yang kita berikan, bantuan tetap memberi dampak dan pertolongan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Bantuan kita bisa meringankan beban mereka, bisa menolong mereka berusaha untuk masa depan yang lebih sejahtera, bisa menyemangati mereka untuk maju di tengah segala kendala, bisa memampukan mereka untuk melakukan sesuatu yang tadinya berada di luar batas jangkauan mereka.

 

Apa yang telah kita kerjakan selama ini memberi sumbangsih untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia. Meski tak semua terlacak dan terdeteksi, kiranya setiap perbuatan baik yang telah ditaburkan tetap tumbuh dan memberi manfaat. Kiranya setiap orang yang kita tolong terus berupaya dan berhasil mencapai kesejahteraan yang didamba.

Tags : obi obi ngo
Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html