Krisis Air di Cikarang, OBI Berikan Bantuan Sumur Bor

  • 2018-01-04
  • Author : Monica Arti Wijaya
  • Views : 783
foto : obi

WHO menyebutkan bahwa hampir 2 miliar penduduk dunia menggantungkan hidup dari air yang telah tercemar setiap tahunnya. Sanitasi yang buruk bahkan telah menyebabkan hampir 500.000 orang di dunia meninggal karena mengalami diare. Dikutip dari Tirto.id (24/11/2016), Sebanyak 97 juta atau sekitar 37 persen dari penduduk Indonesia hingga saat ini belum memiliki akses terhadap air minum yang layak. Sedangkan 120 juta atau 47 persen penduduk belum memiliki akses terhadap sanitasi layak. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di Jawa Barat kekeringan melanda 496 desa, di 176 kecamatan dan 27 kabupaten/kota sehingga berdampak kepada 936.328 jiwa penduduk.

 

Di Cikarang, kabupaten Bekasi, Jawa Barat hingga saat ini masih terdapat sejumlah titik dimana masyarakatnya masih kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih. Sebagian besar penduduknya menggantungkan air bersih dari air tadah hujan, sedangkan ketika musim kemarau tiba masyarakatnya hanya bisa bergantung pada pematang air yang terisi oleh air yang telah terkontaminasi hingga berubah warna menjadi kecoklatan. Krisis air yang terjadi ditempat ini juga berpengaruh pada pembuangan limbah kotoran manusia serta konsumsi air minum yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

 

Seorang anak, warga Sukamukti sedang mengambil air di pematang air. Tempat dimana para warga sering menggunakan air untuk sehari-hari ketika musim penghujan tiba

 

Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDG) oleh PBB, yaitu menyediakan air dan sanitasi yang aman dengan harga terjangkau secara universal pada 2030. Demi memberikan dukungan akan tercapainya tujuan tersebut, Yayasan Obor Berkat Indonesia turut memberikan bantuan sumur bor di 5 titik berbeda wilayah Cikarang yang mengalami krisis air bersih, yaitu di Desa Medalkrisna, Karangindah, Sukamukti, Karangmulya, dan Ridomanah. Bantuan 5 sumur bor dilakukan melalui proses pembangunan secara bertahap dimulai pada 2 Oktober 2017 dan mulai bisa dimanfaatkan oleh penduduk pada 13 Januari 2018.

 

Bantuan sumur bor adalah salah satu jenis sumur buatan yang dibuat dengan bantuan alat bor untuk mencapai kedalaman sumur yang cukup sehingga akan bertemu dengan sumber air tanah yang melimpah. Air sumur memiliki kualitas air yang bagus, baik dari segi tingkat pencemarannya yang rendah, air yang jernih, tidak berasa dan berbau serta cara memperolehnya yang sangat mudah.

 

Para warga sedang memanfaatkan air yang telah mengalir melalui bantuan sumur bor

 

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa dengan sebaik-baiknya, sebab suplai air bersih bisa didapatkan lebih mudah melalui sumur bor. Melalui bantuan ini, angka penyakit yang disebabkan oleh sanitasi air yang buruk seperti diare dan kolera dapat diturunkan secara signifikan. Kini, melalui suplai air bersih, masyarakat dapat dimudahkan dalam berbagai aktifitas sehari-hari terkait dengan penggunaan air bersih.

 

Salah satu warga desa Ridomanah bernama ibu Iyum (30), mengaku sangat kesulitan mendapatkan akses air bersih selama hidupnya. Sebelum mendapatkan bantuan sumur bor, ia hanya memanfaatkan air tadah hujan dan ketika musim kemarau ia terpaksa harus mengurangi penggunaan air. Setelah mendapatkan bantuan ini, ibu Iyum mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih.

 

“Susah air kalau lagi musim kemarau, harus ke sungai. Sering takut tercemar airnya, karena banyak sampah di sungai. Kalau tidak ada air, saat mau BAB terpaksa harus ke sawah. Perasaannya setelah ada sumur bor ini sangat senang, karena bisa buat masak, mandi, nyuci dan lain-lain tanpa harus jauh-jauh ke sungai,” ungkapnya.

Share this article :
WEEKLY REPORT
http://www.obi.or.id/patner/donation.html